cheers to more coffee shop hunting with you!


Dua tahun yang lalu—eh, ups, tiga maksudnya, saya berkenalan dengan seseorang yang tiba-tiba menghubungi via Line namun namanya asing buat saya. Tidak pernah terdengar, tidak pernah mendengar orang menyebutkannya juga dan saya rasa tidak pernah ada nama itu selama saya berusaha menghapal nama-nama kakak tingkat sebagai tugas mahasiswa baru. Padahal, ia mengaku sebagai mahasiswa 3 tingkat di atas saya dan satu jurusan juga namun beda program studi. Saya menanyakan padanya perihal dapat kontak saya darimana, dengan sedikit skeptis karena saya adalah mahasiswa semester 2, takut-takut berbuat kesalahan padanya yang saya tidak sadar. Ternyata dia mendapatkan kontak saya dari teman sekelas saya, Albert, lalu saya tanyakan keabsahannya pada Albert dan ternyata benar. Sesama teman bermain game, kata Albert. Oke baik.

Continue reading “cheers to more coffee shop hunting with you!”

Menjadi Baru


#nowplaying Young Girls – Bruno Mars.

Mulai dari postingan ini, saya akan mengubah cara menulis di blog menjadi pakai ‘saya’ yang setelah bertahun-tahun pakai ‘gue’. Kenapa? Karena saya telah mencoba menulis beberapa tulisan pakai ‘gue’ tapi rasanya kayak hilang, mengawang, saya nggak benar-benar ada disana. Yang jadi masalah, saya pun merasa sedikit geli nulis pakai ‘saya’ tapi I’m more me when I use ‘saya’ instead of ‘gue’, mengingat saya pun di dunia asli ngomongnya pakai aku atau aing. Wk!

Tapi kok kenapa nggak pakai ‘aku’ aja kayak ngobrol sehari-hari? Pengennya sih pake aing, tapi jangan deh soalnya kurang universal. Sebenernya ini sedikit bikin dilema ya, pakai saya kesannya terlalu formal tapi pakai aku kesannya terlalu imut. Jadi aing kudu kumaha?! Akhirnya saya memilih saya, biar kalau nulis yang sedikit galau atau serius, cucok dibacanya.

Alasan lainnya… Ah udah, nggak ada alasan lagi kenapa sekarang nulis pakai saya. Yang penting, semoga saya nggak kegelian di tulisan-tulisan setelah ini. Semoga saya menemukan diri sendiri dalam tulisan-tulisan setelah ini. Semoga kalian–kalau masih ada yang baca blog ini, nggak kegelian juga melihat perubahan cukup drastis dari cara menulis saya.

Eh ngomong-ngomong, sekarang saya udah punya medium loh (disaat orang-orang udah bikin dari kapan tau). Masih ngulik cara mainnya sih, rencananya mau nulis disana juga sedikit-sedikit tapi pakai Bahasa Inggris. Biar apa? Biar gaya dong, pakai bahasa universal.

Sampai bertemu lagi sama saya, di tulisan-tulisan lainnya. Sekarang gue-nya sudah tiada.

Perihal Lagu dan Sebuah Kejadian


#nowplaying If You Don’t Know – 5SOS.

Salah satu alat paling efektif untuk membawa kita kembali ke masa lalu adalah lagu. Lagu bisa menarik seseorang untuk kembali ke sebuah kejadian, entah berbentuk emosi/perasaan, potongan-potongan gambar atau malah inget secara utuh kejadian waktu itu kayak gimana dari mulai rasanya dan gambarannya. Seperti yang lagi gue dengerin ini, lagunya 5 Seconds of Summer, band yang sempet gue kagumi disaat orang lain ngefansnya sama One Direction.

Continue reading “Perihal Lagu dan Sebuah Kejadian”